Disiplin Siswa Harus Ditingkatkan
Posted by adminMay 12

Dinas Pendidikan Wonogiri, Selasa (3/2) melakukan studi banding di Jurong Junior College Singapura (sekolah setara SMA). Oleh-oleh apa saja yang bisa diterapkan di Wonogiri agar kualitas pendidikan lebih maju. Berikut wawancara reporter Harian Joglosemar Eko Susanto dengan Kepala Dinas Pendidikan, Suparno saat ikut serta dalam kunjungan itu.
Apa yang bisa diterapkan di Wonogiri setelah melihat hasil studi banding?
Setelah melakukan studi banding di Singapura, kami memperoleh penjelasan tentang model pembelajaran.
Baik itu mengenai keadaan siswa, fasilitas gedung, sarana belajar serta dukungan dana. Satu hal yang bisa segera diterapkan di Wonogiri, peningkatan disiplin siswa. Siswa di Singapura sangat disiplin baik dalam mengikuti pelajaran maupun waktu sekolah. Nanti kami minta guru bisa menerapkan agar disiplin pelajar lebih baik, disamping kebijakan itu tanpa memerlukan anggaran.
Bagaimana sistem pendidikan hingga seleksi masuk sekolah, sejauh mana bedanya?
Khusus mata pelajaran beda sekali. Di Singapura, siswa yang menempuh pendidikan disiapkan untuk menjadi pekerja serta melanjutkan di jenjang perguruan tinggi. Artinya, siswa bisa memilih, jika tak kuliah , maka mereka siap kerja.
Sementara soal seleksi masuk sekolah, disana langsung ditangani Kementerian Pendidikan, sekolah tinggal menerima hasil seleksi. Untuk ujian nasional, kelulusan dan kenaikan dibuat Kementerian Pendidikan, rasanya hampir sama yang ada di Indonesia.
Bagaimana masalah kurikulum serta alokasi dana untuk sekolah di Singapura jika dibandingkan dengan kondisi di Wonogiri?
Sangat jauh, kebetulan sekolah yang dikunjungi setingkat SMA di Indonesia. Di Singapura, tahun ajaran baru dimulai Januari, sedangkan di Indonesia Juli. Kemudian lama belajar untuk pelajar setingkat SMA di Singapura hanya ditempuh dalam waktu dua tahun. Untuk dukungan dana yang diterima di sekolah langsung dari negara sebesar Rp 14 miliar setahun. Ini jelas beda dengan Wonogiri yang hanya mendapat total Rp 84 miliar untuk semua sekolah se-kabupaten mulai SD, SMP, SMA dan SMK. Hitungannya di Wonogiri tiap sekolah menerima bantuan dengan kisaran Rp 60 juta hingga tertinggi Rp 92 juta per sekolah.
Selain mengenai meningkatkan disiplin bagi siswa, langkah apa lagi yang bisa diterapkan di Wonogiri dari hasil studi banding ?
Dari studi banding itu, ada yang bisa dilakukan terkait pengiriman guru sains untuk magang belajar di sekolah itu. Alternatif lain mendatangkan mereka di Indonesia untuk menggembangkan live skill. Untuk langkah ini memang harus dilakukan bersama dinas lain seperti Bappeda dan Disnakertrans. Untuk ini, memang memerlukan anggaran sehingga memerlukan pembahasan lebih mendalam. Alternatif terakhir yakni program pertukaran pelajar, sebab di Jurong Junior College ada juga siswa lain dari China, Korea, Vitnam dan Indonesia.
( sumber : harian Joglo Semar posted by heri )

Leave a Reply