Kemampuan membaca merupakan fungsi tertinggi dari otak manusia. Mengajar balita membaca bukan sesuatu yang mustahil. Glenn Doman, pendiri The Institutes of The Achievement of Human Potential mengatakan, para orang tua dapat meningkatkan kemampuan belajar anak, melipatgandakan pengetahuan yang diserap, bahkan potensinya. Orang tua juga perlu memberikan kesempatan belajar seluas-luasnya karena pada dasarnya balita senang belajar dan menyemangatinya.

Tak perlu cemas bila Anda bukan termasuk orang tua yang cerdas. Balita cerdas tak mutlak berasal dari orang tua yang cerdas. Seorang peneliti, Dr. Bernard Devlin, mengatakan, faktor genetik memiliki peran 48 persen dalam membentuk IQ anak, selebihnya dipengaruhi oleh zat gizi dan stimulasi. Pertumbuhan otak berlangsung pesat, berbeda pada setiap anak, tergantung nutrisi yang dikonsumsi dan stimulasi yang diberikan terutama pada masa emas (golden age) 0-3 tahun. Mereka yang mendukung hothousing (pendidikan super dini) termasuk Glenn Doman, menganjurkan untuk menstimulus balita sejak dilahirkan.

Salah satu bentuk stimulasi yang baik adalah mengajar balita Anda membaca. Program pelajaran dapat dimulai sejak dini. Usia kurang dari satu tahun adalah saat ideal untuk memulai apabila orang tua ingin menghemat waktu dan tenaga untuk mengajar anak membaca.

Irene F Mongkar, pembicara pada acara Smart Parents Conference yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) akhir Juli (2008) lalu mengatakan, sikap yang penting dalam kegiatan belajar mengajar, baik orang tua maupun anak, adalah hati yang riang gembira. Andai ada salah satu yang suasana hatinya tidak baik, sebaiknya tunda dulu kegiatan belajar membaca ini.

Sebagai alat bantu digunakan kartu-kartu berukuran besar. “Kami menyebutnya flashcards karena ditunjukkan bergantian secara cepat (satu detik per kartu), sambil ucapkan dengan suara dan mimik muka yang menarik. Ekspresif dalam mengajar membuat balita Anda tertarik,” jelas Irene. Sebagai pengajar, orang tua sedapat mungkin menjadi pusat perhatian sang balita. Matikan radio dan televisi yang dapat membuat perhatian balita teralih. Dan hentikan pelajaran sebelum balita Anda bosan.

Irene yang sudah dua kali mengikuti kursus di Institute for The Achievement of Human Potential milik Glenn Doman mengatakan, orang tua tidak perlu berambisi dalam mengajar apalagi menentukan target. Belajar adalah kegiatan yang menyenangkan, bukan membosankan. “Kita akan kagum akan kecepatan balita dalam mengerti bahasa karena pada dasarnya balita adalah linguistic geniuses (jenius bahasa).

Ia juga menekankan untuk tidak menguji balita. Cukup ajarkan terus-menerus secara konsisten. Mengajar adalah memberi, sedangkan menguji berarti meminta upah. Perbanyak kosakata setiap harinya. Pengulangan materi yang sama membuat balita jenuh dan menurunkan minatnya pada pelajaran membaca. Jangan lupa tunjukkan rasa senang Anda ketika pelajaran ini selesai dengan cara memuji, memeluk dan menciumnya.

Proses belajar membaca ini melatih indra penglihatan, indera pendengaran, dan terutama merangsang terjalinnya hubungan antarsel-sel otak (sinaps), yang membuat balita cerdas. Untuk menerapkan metode Glenn Doman, orang tua bisa mencoba panduan berikut ini. Siapkan lima belas buah kartu berukuran besar (15×50 cm) bertuliskan kata-kata tunggal dengan huruf cetak. Tulisan harus rapi dan jelas, gunakan spidol berwarna merah agar mudah dilihat balita. Lalu susun kartu menjadi 3 kategori (tiap kategori terdiri dari lima kartu). Misal, kategori A untuk nama anggota keluarga, kategori B nama-nama anggota tubuh, dan kategori C nama-nama hewan.

Pada hari pertama, tunjukkan lima kartu kategori A sambil bacakan dengan cepat. Lakukan tiga kali sehari. Hari kedua, bacakan kartu kategori A dan B dengan selang 15 menit, juga lakukan tiga kali sehari. Hari ketiga, bacakan kartu kategori A, B, dan C dengan aturan yang sama. Jika ingin menambahkan kategori, lakukan pada hari keempat dan kelima. Mulai pensiunkan kartu satu per satu dari kategori yang sudah dipelajari. Begitu seterusnya. Sedangkan untuk tahapan belajar membaca dimulai dari kata-kata tunggal kemudian gabungan dua kata, kalimat singkat, kalimat panjang dan terakhir membaca buku.

Meski sudah banyak orang tua yang berhasil mengajar balitanya membaca dengan teknik Glenn Doman, ada pula yang memilih berpendapat lain. Kontra terhadap metode Glenn Doman bahkan dimuat dalam film berjudul Smart Babies dari Discovery Health Channel. Film yang merupakan hasil penelitian para ahli yang melibatkan psikiater, ahli neurologi, psikolog anak, pendidik anak, mementahkan teori Glenn Doman.

Melalui berbagai riset dan fakta ilmiah membuktikan bahwa sinapsis, yang katanya tumbuh pesat di usia dini, ternyata terus berkembang seumur hidup artinya proses pembelajaran bagi seseorang tidak pernah berhenti selama ia hidup. Dan banyaknya sinapsis tidak berarti lebih cerdas, karena secara alamiah jumlah sinapsis akan dirampingkan saat orang beranjak dewasa.

Dibuktikan pula, pada usia balita yang terpenting adalah pengembangan sensomotoriknya (panca indera dan otot-otot gerak). Balita yang kurang bermain di usia kritis akan lebih “bodoh” daripada yang banyak bermain karena pada usia kritis mereka lebih banyak belajar lewat panca indera/pengalaman daripada latihan memori/logika. Periode kritis 0-5 tahun bukanlah soal baca-tulis, kemampuan berpikir balita masih pra-operasional sehingga yang harus diberikan adalah sesuatu yang konkret, nyata, dialami, dan dirasakan.

Meski teorinya sarat kontroversi, Glenn Doman sudah membuktikan keberhasilannya mengajar membaca (dan matematika) anak-anak dengan cedera otak misalnya penderita autis, speech delayed, epilepsi, atau gangguan pemograman otak. Dengan metodenya, ia melakukan pemrograman ulang agar balita dengan cedera otak dapat menyerap pelajaran sebagaimana balita normal.

Setiap orang tua tentu berharap yang terbaik untuk buah hatinya. Soal teori mana yang Anda pilih, itu terserah Anda.

Sang Pelopor

Glenn Doman dikenal sebagai pelopor metode belajar membaca sejak dini. Ia menerima gelar di bidang terapi fisik dari University of Pennsylvania pada tahun 1940. Pendiri The Institute for Achievement of Human Potential ini, banyak membantu para orang tua yang ingin memaksimalkan potensi otak anak, baik anak normal maupun anak dengan cedera otak. Harapannya anak memiliki kepercayaan diri (confident), imajinasi, dan kegembiraan dalam belajar.

Ia menekankan bahwa anak-anak suka belajar dan belajar bersama orang tua dengan penuh kegembiraan. “Menjadi orang tua adalah pekerjaan yang paling menyenangkan, menantang dan menghasilkan.” Orang tua adalah guru terbaik, sedangkan anak adalah murid terbaik.

Pada awalnya, metode membaca (maupun matematik) Glenn Doman diberikan kepada anak-anak yang mengalami cedera otak. Hasilnya menakjubkan. Anak-anak tersebut bahkan menunjukkan kemampuan lebih dibandingkan anak-anak normal. Glenn Doman bersama putrinya, Jannet Doman, akhirnya mendedikasikan waktunya untuk membantu para balita untuk mencerdaskan otak sejak dini.

Sebagai penulis, cukup banyak buku ditulisnya. Pada umumnya tentang mengembangkan kemampuan otak balita. Beberapa di antaranya, How to Teach Your Baby to Read, How to Multiply Your Baby Intellegence, How To Do About Your Brain-injured Child. Melalui bukunya, ia telah melatih jutaan orang tua tentang belajar sejak dini dan membantu ribuan anak yang mengalami cedera otak untuk memaksimalkan potensi mereka. Ia juga aktif mengadakan seminar, kursus, dan pelatihan bagi para calon praktisi yang berminat mengembangkan metodenya ke seluruh dunia. (beritaindonesia.co.id)