72 Ekor Ayam di Pule Mati Mendadak
Posted by adminMay 12

Kepanikan akan bahaya flu burung benar-benar melanda Wonogiri. Pasalnya sejak temuan terakhir, 72 ekor ayam milik warga Dusun Pule Desa Pule, Selogiri dalam pekan ini, pihak Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (DPPK) Wonogiri langsung membagikan disinfektan untuk digunakan menyemprot di sekitar kandang unggas.
Informasi menyebutkan, kematian unggas secara mendadak telah terjadi mulai, Sabtu (7/2) hingga Senin (9/2). Selama kurun waktu tiga hari, terdata ada sebanyak 72 ekor ayam mati meliputi milik Tugimin sebanyak 15 ekor, Wagino sejumlah 44 ekor dan terakhir kemarin tujuh ekor ayak milik Mino dan enam ekor ternak Gunarti mati mendadak.
“Kami belum pastikan ayam tertular virus H5N1 sebagai sumber flu burung, sebab saat akan kami lakukan rapid test, ternyata ayam milik warga itu telah dibakar dan dikubur. Hanya sebagai dugaan kami, melihat gejala kematian besar kemungkinan akibat serangan flu burung, hingga perlu langkah antisipasi dengan pemberian disinfektan,” papar Drh Ismaryati Budiningsih, Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPPK
Sementara Camat Selogiri Bambang Haryanto mengatakan terkait kematian unggas di Pule, pihaknya berharap warga segera bersikap. Salah satunya melakukan pengandangan ternak serta melakukan pembersihan kandang agar menekan peredaran virus flu burung. “Ini harus dilakukan agar virus flu burung tak menyerang desa lain yang belum terjangkit,” harap Bambang.
Dari catatan pihak kecamatan, lanjut Bambang saat ini ada empat desa meliputi Kaliancar, Nambangan, Jaten dan Gemantar masih belum ditemukan virus yang banyak menyerang unggas itu.
(Sumber : Solo Pos)

Leave a Reply